Assalamu'alaikum
Sebenarnya jika aku menelaah lebih dalam.
Akan ada banyak hal yang membuat aku merasa beruntung, semua tersedia. Namun karena terlalu fokus pada tugas, laporan, kuliah, praktikum hingga lupa bahwa ada peran lain yang menunggu dirimu untuk ikut berjuang. Aku sudah masuk dalam dunia yang kompleks. Dunia yang menghadirkan para pemimpin masa depan, jika aku tidak sok sibuk dengan kegiatan yang terlalu akademis. Aku sudah pernah memilih hal yang sama seperti yang terjadi kini, memang terasa tugas terbengkalai namun masih bisa dikomunikasikan, tapi jika tugas dengan Sang Penguasa Semesta, harus cepat dan tepat, lakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita. Aku pernah merasa kehidupan kuliah ku jauh dari kata teratur, namun tak tau kenapa hati tetap lebih tenang, karena hari-hariku dipenuhi dengan mengisi ruhani.
Jika ku lihat, aku beruntung, dapat masuk dalam sekeliling orang-orang hebat, para pembicara dan orator ulung, namun tetap tidak pernah lupa dengan kondratnya sebagai hamba.
Mereka terus berkembang, aku iri, boleh?.
Teman-teman satu pelatihan sudah menjadi pembicara di banyak seminar, sedangkan aku bingung ingin memulai, dan hati kembali canggung. Aku harus mengisi hati lagi dengan mengkaji berbagai ilmu, agar aku dapat lebih berani.
Aku memang sudah merencanakan banyak hal bahkan beberapa tahun kedepan. Apa saja yang ingin aku lakukan, namun apalah daya seorang perencana ulung akan kalah dengan Sang Maha pengeksekusi. Memang diri ini sangat pandai dalam segala perencanaan, hingga terkadang terlalu jauh berencana, orang tak mampu memikirkan hingga itu, namun orang lain langsung satu hal yang ingin di lakukan, berbanding terbalik denganku.
Padahal jalan, relasi, dan rencana diri mungkin lebih baik, jika pandai membaca peluang dan bisa menata waktu. Aku memang buruk. Sang pengeksekusi yang buruk dan pengatur waktu yang buruk.
Wassalamu'alaikum
Semangat!!!
Salam Poemy
April 20 2020
08.01