Assalamu'alaikum
Jadi tadi tuh ceritanya lagi nyari informasi tentang teaser film baru dari buku Rentang Kisahnya Kak Gita di Youtube, dan akhirnya nonton videonya Kak Gita Savitri Devi yang udah ada sejak seminggu lalu di playlist "watch later" nya aku. Setelah ditonton ya seperti biasa, kak Gita dengan pemikiran kristis dan analitiknya berhasil membuat aku sadar, yang aku lakukan itu gak sepenuhnya salah. Tentang Hustle Culture, jujur aku baru banget denger.
Hustle culture tuh semacam budaya overworking yang semakin marak terjadi di tahun-tahun belakangan ini, khususnya pada generasi milenial. Sebenernya aku udah gak masuk generasi milenial atau Y sih. Berdasarkan tahun kelahiran, aku masuk generasi Z, so jangan salah kaprah, seperti sama saja, padahal beda.
Okay lanjut..
Hustle culture juga berhasil menjangkit generasi Z, seperti aku dan banyak generasi Z lainnya. Apalagi selama PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau kerennya Study From Home, tugas jadi lebih banyak dari pada biasanya, deadline pengumpulan lebih cepat dari biasanya, dan deadline pengumpulan antar tugas saling berdekatan bahkan bersamaan, sehari bisa ada 3-6 deadline tugas. Tugasnya juga kebanyakan tentang analisis, jadi sangat diharuskan untuk paham dan fokus, kalo multitasking, hasil analisisnya hanya general aja. Tapi, karena menumpuknya tugas-tugas ini dengan waktu pengerjaan yang sebentar dan deadline yang bersamaan mengharuskan kita untuk bisa multitasking. Kalo aku udah bingung banget nih multitasking.
Kadang tuh suka iri kalo temen-temen buat story saat mereka lagi ngerjain tugas sampai larut malem, bahkan sampe udah jam 00.00 dan udah dini hari kayak jam 1 atau jam 2 pagi.
"Kok mereka rajin banget sih, kapan istirahatnya, aku aja masih kurang tidur, kok aku males banget sih"
dan Ternyata... Emang yang over itu gak baik.
Awalnya, aku kira memang akunya aja yang males, tapi aku mulai sadar, aku memilih untuk istirahat itu udah bener, karena tubuh kita butuh istirahat setelah dari pagi-sore bahkan bisa sampai malam masih beraktivitas. Al-qur'an juga udah ngasih tau dalam surat An-Naba ayat 10, malam itu dijadikan pakaian, yang artinya malam adalah waktu kita untuk istirahat, jadi jangan jahat sama tubuh sendiri dengan memaksanya untuk terus bekerja, padahal udah berkurang banyak energinya. Tubuh butuh charge diri, supaya kerjanya nanti lebih bagus lagi. Banyak penelitian yang dilakukan beberapa perusahaan besar yang udah dicantumin sama kak Gitasav dalam videonya. Dari penelitian itu membuktikan kalo suatu perusahaan yang hanya memperkerjakan staf nya selama 4 hari, berdampak positif pada kinerjanya meningkat 10-20% selama kerja dari sebelumnya, staf nya juga lebih tenang dan bahagia karena punya banyak waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan istirahat tentunya.
Jadi, menjadi seorang yang giat dan rajin itu baik, tapi kita juga harus tahu waktu, harus bisa menempatkan sesuatu sesuai pada waktunya. Waktu ibadah untuk ibadah, waktu aktivitas ya untuk aktivitas, waktu tidur dan istirahat ya boleh tidur. Sebenernya yang pas itu waktu sehari semalem yang 24 jam bisa kita bagi jadi 3 (untuk ibadah, aktivitas dan istirahat), tapi emang waktu beraktivitas tuh kadang maruk, maunya lebih aja, jadi ya ada waktu yang berkurang dari istirahat, bahkan ibadah :(.
Wassalamu'alaikum
Semangat terus teman-temanku š¤
Salam Poemy
Tulisan ini dibuat :
13 Mei 2020
10.49
Tidak ada komentar:
Posting Komentar