Assalamu'alaikum kawan
Selamat Datang
Sekitaran bulan Mei, aku selesai menamatkan buku dan film Sokola Rimba (Sekolah Rimba) karya Butet Manurung. Aku hanya menjelajah online di iPusnas dan Netflix, mungkin kalian juga bisa menikmatinya.
Keduanya memperlihatkan keadaan asli di Rimba dengan segala aturan dan tata kelola hutan yang coba pemegang kebijakan terapkan di sana. Beberapa pernah ku pelajari di kelas sebagai ilmu interdepartemen, karena fokusku sebagai pembudidaya hutan atau bisa dibilang dokter hutan.
Ternyata yang aku pelajari selama ini tentang pengaturan hutan tidak selalu tepat.
Setelah aku belajar juga sedikit tentang pentingnya ilmu budaya meskipun sangat kecil dan abstrak serta kaitannya dengan makhluk hidup lainnya terutama tanaman sesuai dengan fokus utama pembelajaranku, aku tau bahwa budaya yang sudah ada di sekitar kita saat ini sangat berbeda dengan indonesia yang sebenarnya, yang ramah yang menghargai dan senang membantu. Pengaruh tamak dan egois yang ingin menang sendiri kadang menyelimuti, mungkin ini pengaruh dari penjajahan barat yang masih sampai sekarang, bukan dalam perang tapi dalam hidup orang Indonesia sehari-hari.
Orang dalam, orang suku, orang rimba, mereka punya budaya tersendiri yang membuat Indonesia semakin kaya, namun apalah Indonesia yang kurang percaya diri ini malah lebih yakin pada pemikiran barat yang sudah jelas sangat tamak, metode mereka hanya tentang kebutuhan pribadi saja. Pengaruh barat juga yang dirasakan dalam menutup sejarah sebenarnya.
Seperti saja buku-buku rujukan dan referensi setiap inci materi yang diajarkan dalam pembelajaran kuliahku, hampir seluruhnya ditulis orang barat, padahal kau tau? Pengajar sendiri yang menuturkan bahwa "metode ini masih ada trade off (kurang seimbang di dua sisi), sehingga harus dilakukan trial and error beberapa kali sampai menemukan pola yang pas untuk kondisi lapangan", tapi pengajar tetap saja merujuk metode itu untuk kita bisa menerapkannya, aku yakin apabila para pengajar hebat yang sudah mampu sangat kritis dalam menentukan kurang lebihnya metode barat, pasti para pengajar pun mampu menciptakan metode metode baru yang lebih baik dari Barat, bahkan tanpa "trade off" dan "trial and error".
Coba kita tengok contoh warisan barat yang sebenarnya sedikit demi sedikit mengikis ciri Indonesia.
Barat menetapkan suatu kawasan yang memiliki biodiversitas tinggi dan langka sebagai Taman Nasional, sehingga tidak boleh berburu hewan di di dalamnya, tidak boleh membuka ladang di dalamnya, lalu bagaimana kehidupan orang dalam dan orang rimba dapat terpenuhi?. Mereka bisa 3-7 hari tidak makan karena wilayah berburu semakin mengecil, ditambah tidak boleh membuat ladang, orang rimba juga mayoritas buta huruf, sehingga seringkali ada pihak luar yang mengadakan perjanjian dan persetujuan untuk memanfaatkan daerahnya (yang sudah semakin kecil karena adanya Taman Nasional) untuk penyerahan wilayahnya menjadi sawit atau boleh ditebang kayunya dengan membuat suatu surat persetujuan tertulis yang sama sekali tidak diketahui isinya oleh orang dalam dan orang rimba karena mereka tidak dapat membaca, apakah itu disebut persetujuan? Hanya dengan bermodal rokok, biskuit dan kue-kue dari orang luar, mereka (orang dalam dan orang rimba) setuju dengan surat itu.
Wassalamu'alaikum
Semangat terus teman-temanku 🤗
Salam Poemy
Tulisan ini di tulis :
Kamis, 13 Mei 2021 M / 1 Syawal 1442 H
18.02
Tidak ada komentar:
Posting Komentar