Sabtu, 09 Oktober 2021

Orang Rimba

Assalamu'alaikum kawan
Selamat Datang


Sekitaran bulan Mei, aku selesai menamatkan buku dan film Sokola Rimba (Sekolah Rimba) karya Butet Manurung. Aku hanya menjelajah online di iPusnas dan Netflix, mungkin kalian juga bisa menikmatinya.
Keduanya memperlihatkan keadaan asli di Rimba dengan segala aturan dan tata kelola hutan yang coba pemegang kebijakan terapkan di sana. Beberapa pernah ku pelajari di kelas sebagai ilmu interdepartemen, karena fokusku sebagai pembudidaya hutan atau bisa dibilang dokter hutan.

Ternyata yang aku pelajari selama ini tentang pengaturan hutan tidak selalu tepat. 
Setelah aku belajar juga sedikit tentang pentingnya ilmu budaya meskipun sangat kecil dan abstrak serta kaitannya dengan makhluk hidup lainnya terutama tanaman sesuai dengan fokus utama pembelajaranku, aku tau bahwa budaya yang sudah ada di sekitar kita saat ini sangat berbeda dengan indonesia yang sebenarnya, yang ramah yang menghargai dan senang membantu. Pengaruh tamak dan egois yang ingin menang sendiri kadang menyelimuti, mungkin ini pengaruh dari penjajahan barat yang masih sampai sekarang, bukan dalam perang tapi dalam hidup orang Indonesia sehari-hari.

Orang dalam, orang suku, orang rimba, mereka punya budaya tersendiri yang membuat Indonesia semakin kaya, namun apalah Indonesia yang kurang percaya diri ini malah lebih yakin pada pemikiran barat yang sudah jelas sangat tamak, metode mereka hanya tentang kebutuhan pribadi saja. Pengaruh barat juga yang dirasakan dalam menutup sejarah sebenarnya.

Seperti saja buku-buku rujukan dan referensi setiap inci materi yang diajarkan dalam pembelajaran kuliahku, hampir seluruhnya ditulis orang barat, padahal kau tau? Pengajar sendiri yang menuturkan bahwa "metode ini masih ada trade off (kurang seimbang di dua sisi), sehingga harus dilakukan trial and error beberapa kali sampai menemukan pola yang pas untuk kondisi lapangan", tapi pengajar tetap saja merujuk metode itu untuk kita bisa menerapkannya, aku yakin apabila para pengajar hebat yang sudah mampu sangat kritis dalam menentukan kurang lebihnya metode barat, pasti para pengajar pun mampu menciptakan metode metode baru yang lebih baik dari Barat, bahkan tanpa "trade off" dan "trial and error".

Coba kita tengok contoh warisan barat yang sebenarnya sedikit demi sedikit mengikis ciri Indonesia.

Barat menetapkan suatu kawasan yang memiliki biodiversitas tinggi dan langka sebagai  Taman Nasional, sehingga tidak boleh berburu hewan di di dalamnya, tidak boleh membuka ladang di dalamnya, lalu bagaimana kehidupan orang dalam dan orang rimba dapat terpenuhi?. Mereka bisa 3-7 hari tidak makan karena wilayah berburu semakin mengecil, ditambah tidak boleh membuat ladang, orang rimba juga mayoritas buta huruf, sehingga seringkali ada pihak luar yang mengadakan perjanjian dan persetujuan untuk memanfaatkan daerahnya (yang sudah semakin kecil karena adanya Taman Nasional) untuk penyerahan wilayahnya menjadi sawit atau boleh ditebang kayunya dengan membuat suatu surat persetujuan tertulis yang sama sekali tidak diketahui isinya oleh orang dalam dan orang rimba karena mereka tidak dapat membaca, apakah itu disebut persetujuan? Hanya dengan bermodal rokok, biskuit dan kue-kue dari orang luar, mereka (orang dalam dan orang rimba) setuju dengan surat itu.

Wassalamu'alaikum
Semangat terus teman-temanku 🤗
Salam Poemy

Tulisan ini di tulis : 
Kamis, 13 Mei 2021 M / 1 Syawal 1442 H
18.02

Senin, 17 Agustus 2020

Peradaban dan Kemenangan suatu bangsa tergantung pada wanitanya

Assalamu'alaikum

Selamat Hari Kemerdekaan untuk negeriku Indonesia yang ke 75 tahun🇮🇩.

Tiba-tiba saja aku baca catatan kecil yang pernah aku ketikan dan ternyata menimbulkan semangat (lagi) untuk memulai hari senin ini. Semoga yang membaca ketikan ini pun bisa ikut bersemangat untuk terus membangun diri dan lingkungan.
Pesan ini teruntuk kaum Hawa.

Rahim yang taat akan melahirkan pemimpin yang taat.
Pemimpin islam itu tidak pernah jauh dari rahim yang taat. Lihat saja Siti Aminah, Siti Maryam, Siti Hajar. Mereka adalah beberapa wanita mulia islam, yang patut menjadi role model wanita hingga kini. 

Karena tau kah kalian?
Standar hidup seharusnya seorang muslim dan muslimah itu sangat tinggi. Jika kita berkaca pada Muhammad Al-Fatih di usia 21 tahun sudah berhasil menaklukan konstantinopel, Imam Al-ghazali, Ibnu Sina.
Mereka membuktikan setelah waktu akil baligh itu berarti sudah selesai dengan masalah pergulatan diri, sudah siap menghasilkan karya yang sangat berarti bagi orang banyak. Mengapa demikian? Penempaan mereka sudah dimulai sejak dini, sudah mengetahui tujuan hidupnya di dunia yang sesungguhnya untuk apa.

Jadi, sudah sejauh manakah kita sudah ditempa?. Berbagai kemudahan sudah melimpah saat ini, mulai dari teori-teori bahkan hingga hal teknisnya. Berbagai cara belajar mulai dari audio, visual, kinestetik dan bahkan kombinasinya kini sudah tersedia di genggaman kita (gawai). Kita dimanjakan dengan melimpahnya informasi, sehingga untuk mengefisienkan waktu yang terbatas ini (1,5 jam di dunia) diperlukan keahlian memilih, manakah ilmu yang benar-benar harus kita gali. Sebagai muslimah tentu banyak sekali yang harus kita pelajari untuk membentuk generasi peradaban. Tiba-tiba teringat, aku pernah meminjam buku saat berkunjung ke rumah saudara, buku yang judulnya sering diucapkan oleh banyak pembicara seminar yang aku hadiri. Buku itu berjudul "The Perfect Muslimah" buah karya Ahmad Rifa`i Rif`an. Sejujurnya belum tamat ku baca, bukunya tertinggal di kosan, tepat sekali :') di masa segala kegiatan dilakukan dari rumah. Namun di suatu webinar, judul buku ini pun kembali disarankan oleh pembicara. The Perfect Muslimah itu diulas kembali, hal inilah yang paling terpatri.

"Indah akhlaknya, brilian otaknya, teduh parasnya, mantap ilmu agamanya, luas pergaulannya, dahsyat prestasinya, hebat kontribusinya". Mungkin saat mendengar kata Perfect atau sempurna itu memang relatif, namun setidaknya terus berusaha menuju "The Perfect Muslimah". Penjelasannya, bahwa dua poin terakhir adalah dampak dari lima poin di atasnya. Indah akhlaknya bernilai angka 1, apabila teduh parasnya bertambah angka 0, apabila brilian otaknya maka bertambah angka 0 lagi di belakangnya dan seterusnya. Maka dari itu, mulailah dengan memperindah akhlak, agar ke depannya semakin berdampak baik bagi makhluknya disertai dengan nilai baik di sisi-Nya.

Wassalamu'alaikum
Tetap Semangat #darirumah 🇮🇩

Salam Poemy

2 April 2020

Hustle Culture

Assalamu'alaikum 

Jadi tadi tuh ceritanya lagi nyari informasi tentang teaser film baru dari buku Rentang Kisahnya Kak Gita di Youtube, dan akhirnya nonton videonya Kak Gita Savitri Devi yang udah ada sejak seminggu lalu di playlist "watch later" nya aku. Setelah ditonton ya seperti biasa, kak Gita dengan pemikiran kristis dan analitiknya berhasil membuat aku sadar, yang aku lakukan itu gak sepenuhnya salah. Tentang Hustle Culture, jujur aku baru banget denger.

Hustle culture tuh semacam budaya overworking yang semakin marak terjadi di tahun-tahun belakangan ini, khususnya pada generasi milenial. Sebenernya aku udah gak masuk generasi milenial atau Y sih. Berdasarkan tahun kelahiran, aku masuk generasi Z, so jangan salah kaprah, seperti sama saja, padahal beda. 
Okay lanjut..

Hustle culture juga berhasil menjangkit generasi Z, seperti aku dan banyak generasi Z lainnya. Apalagi selama PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau kerennya Study From Home, tugas jadi lebih banyak dari pada biasanya, deadline pengumpulan lebih cepat dari biasanya, dan deadline pengumpulan antar tugas  saling berdekatan bahkan bersamaan, sehari bisa ada 3-6 deadline tugas. Tugasnya juga kebanyakan tentang analisis, jadi sangat diharuskan untuk paham dan fokus, kalo multitasking, hasil analisisnya hanya general aja. Tapi, karena menumpuknya tugas-tugas ini dengan waktu pengerjaan yang sebentar dan deadline yang bersamaan mengharuskan kita untuk bisa multitasking. Kalo aku udah bingung banget nih multitasking.

Kadang tuh suka iri kalo temen-temen buat story saat mereka lagi ngerjain tugas sampai larut malem, bahkan sampe udah jam 00.00 dan udah dini hari kayak jam 1 atau jam 2 pagi. 
"Kok mereka rajin banget sih, kapan istirahatnya, aku aja masih kurang tidur, kok aku males banget sih"
dan Ternyata... Emang yang over itu gak baik.

Awalnya, aku kira memang akunya aja yang males, tapi aku mulai sadar, aku memilih untuk istirahat itu udah bener, karena tubuh kita butuh istirahat setelah dari pagi-sore bahkan bisa sampai malam masih beraktivitas. Al-qur'an juga udah ngasih tau dalam surat An-Naba ayat 10, malam itu dijadikan pakaian, yang artinya malam adalah waktu kita untuk istirahat, jadi jangan jahat sama tubuh sendiri dengan memaksanya untuk terus bekerja, padahal udah berkurang banyak energinya. Tubuh butuh charge diri, supaya kerjanya nanti lebih bagus lagi. Banyak penelitian yang dilakukan beberapa perusahaan besar yang udah dicantumin sama kak Gitasav dalam videonya. Dari penelitian itu membuktikan kalo suatu perusahaan yang hanya memperkerjakan staf nya selama 4 hari, berdampak positif pada kinerjanya meningkat 10-20% selama kerja dari sebelumnya, staf nya juga lebih tenang dan bahagia karena punya banyak waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan istirahat tentunya.

Jadi, menjadi seorang yang giat dan rajin itu baik, tapi kita juga harus tahu waktu, harus bisa menempatkan sesuatu sesuai pada waktunya. Waktu ibadah untuk ibadah, waktu aktivitas ya untuk aktivitas, waktu tidur dan istirahat ya boleh tidur. Sebenernya yang pas itu waktu sehari semalem yang 24 jam bisa kita bagi jadi 3 (untuk ibadah, aktivitas dan istirahat), tapi emang waktu beraktivitas tuh kadang maruk, maunya lebih aja, jadi ya ada waktu yang berkurang dari istirahat, bahkan ibadah :(.

Wassalamu'alaikum
Semangat terus teman-temanku 🤗
Salam Poemy

Tulisan ini dibuat :
13 Mei 2020
10.49

Jumat, 01 Mei 2020

Sungguh Sia-sia



Assalamu'alaikum

Sebenarnya jika aku menelaah lebih dalam.
Akan ada banyak hal yang membuat aku merasa beruntung, semua tersedia. Namun karena terlalu fokus pada tugas, laporan, kuliah, praktikum hingga lupa bahwa ada peran lain yang menunggu dirimu untuk ikut berjuang. Aku sudah masuk dalam dunia yang kompleks. Dunia yang menghadirkan para pemimpin masa depan, jika aku tidak sok sibuk dengan kegiatan yang terlalu akademis. Aku sudah pernah memilih hal yang sama seperti yang terjadi kini, memang terasa tugas terbengkalai namun masih bisa dikomunikasikan, tapi jika tugas dengan Sang Penguasa Semesta, harus cepat dan tepat, lakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita. Aku pernah merasa kehidupan kuliah ku jauh dari kata teratur, namun tak tau kenapa hati tetap lebih tenang, karena hari-hariku dipenuhi dengan  mengisi ruhani. 

Jika ku lihat, aku beruntung, dapat masuk dalam sekeliling orang-orang hebat, para pembicara dan orator ulung, namun tetap tidak pernah lupa dengan kondratnya sebagai hamba.
Mereka terus berkembang, aku iri, boleh?.

Teman-teman satu pelatihan sudah menjadi pembicara di banyak seminar, sedangkan aku bingung ingin memulai, dan hati kembali canggung. Aku harus mengisi hati lagi dengan mengkaji berbagai ilmu, agar aku dapat lebih berani.

Aku memang sudah merencanakan banyak hal bahkan beberapa tahun kedepan. Apa saja yang ingin aku lakukan, namun apalah daya seorang perencana ulung akan kalah dengan Sang Maha pengeksekusi. Memang diri ini sangat pandai dalam segala perencanaan, hingga terkadang terlalu jauh berencana, orang tak mampu memikirkan hingga itu, namun orang lain langsung satu hal yang ingin di lakukan, berbanding terbalik denganku.

Padahal jalan, relasi, dan rencana diri mungkin lebih baik, jika pandai membaca peluang dan bisa menata waktu. Aku memang buruk. Sang pengeksekusi yang buruk dan pengatur waktu yang buruk.


Wassalamu'alaikum
Semangat!!!
Salam Poemy
April 20 2020
08.01

Selami Hidup Berbagai Genre

Assalamu'alaikum kawan
Hanya ingin mengingatkan
Jangan sia-siakan waktu mudamu
Terutama saat #dirumahaja 
Setidaknya kita bisa membaca jendela ilmu


Jika kau ingin membuat hari liburmu menjadi berbagai jenis genre, ada baiknya kau membaca buku. Kau akan menyelami berbagai dimensi baru yang belum pernah kau temukan, kecuali kau membaca buku bergenre sama.
Ini yang aku alami sekarang. 

Aku bisa merasakan semangat dan keoptimisan dalam diriku saat membaca buku mengenai perjalanan studi seseorang keluar negeri, sehingga aku pun ingin sepertinya, mulai mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk tercapainya keinginan itu. Saat membaca novel terjemahan romance asal Amerika, aku terbawa suasana negeri paman sam itu, sambil membayangkan ada tokoh-tokoh yang sedang bersandiwara, dan terkadang sambil tersipu karena adegan para tokoh di dalamnya. Dan Saat aku membaca buku bertema keagamaan, aku merasa sangat bersyukur bisa lahir sebagai seorang muslim, penuh kejutan di setiap lembaran buku yang tak pernah ku ketahui sebelumnya mengenai itu. Saat membaca buku pengembangan diri, rasanya aku ingin merubah sikapku menjadi lebih baik, mengikuti langkah demi langkah dalam buku itu. Saat aku membaca buku yang berkaitan tentang penataan rumah, rasanya ingin aku merapikan setiap inci dari rumah atau kamarku. 

Namun semua itu berubah, semua keinginan itu tidak hilang, namun semangat diriku yang mulai terbuai hari-hari libur dengan puluhan film dan drama di gawai aku.
Sebenarnya, lebih asik membaca, kita bisa membayangkan keadaan sesuai keinginan saja, namun saat menonton, aku terasa lebih santai tanpa harus memikirkan dan membayangkan. Yaah itu datang. Rasa Malas ini mimpi buruk di setiap liburanku, namun aku pun butuh bermalasan ya kan, sampai aku teringat judul buku "Malas itu perlu". Apa aku harus membeli buku itu ?, agar aku dapat terus membaca untuk bangga menjadi malas, sungguh setiap yang kita lakukan ada akibatnya.


Dec 25 2019
08.38

Wassalamu'alaikum
Semangat!!!
Salam Poemy

Sefruit Motivasi untuk Deadliners

Assalamu'alaikum kawan
Sedikit ketikan ini muncul dari keresahan yang muncul tiba-tiba saat berusaha menyadarkan diri.
Karena katanya, menulis itu kegiatan tidak sadar, namun kita sadar sedang menulis. 


Jangan minder guys dengan negara maju
Jika kalian perhatikan dan kaitkan segala hal yang ada, kita juga bisa.

Pernah gak sih? atau bahkan udah jadi kebiasaan? di kasih tugas udah dari jauh-jauh hari tapi tetep aja kita ngerjainnya H-1 atau bahkan beberapa jam sebelum  deadline. Yups predikat sebagai deadliners udah jadi langganan bagi banyak orang.

Kenapa bisa begitu ?
Kalo menurut aku, H-1 pengumpulan tugas itu kita mendadak jadi pinter dan kreatif banget. Seakan-akan dapet cahaya entah darimana. Selain itu, ditambah rasa dag-dig-dug jadi semakin semangat deh. Tapi, hal itu gak baik untuk dijadikan kebiasaan ya guys.

Nah kenapa nyambung ke deadliners alias kreatif kalo kepepet.
Menurutku itu nyambung banget sama kondisi kita sekarang nih. Negara kita tuh kaya banget, apa aja ada. Sumberdaya alam dan mineral melimpah, biodiversitas, SDM juga banyak, selain itu pertumbuhan tanaman dan pepohonannya relatif cepat karena kita di wilayah tropis yang hanya memiliki 2 musim, yaitu musim panas/kemarau dan musim hujan, jadi hampir setengah tahunnya kita menikmati sinar matahari penuh. Sinar matahari dan air itu energi yang tak terhingga banget, anugerah  dari Tuhan secara gratis. Karena kemewahan itu buat kita jadi terlena sama kondisi geografis ini.
Coba kita tengok negara-negara di daerah temperate atau negara 4 musim yang punya musim semi, panas, gugur, salju/dingin. Mereka terus berinovasi karena keterbatasan kondisi yang mereka rasakan, kayak hanya mendapatkan sinar matahari +- 3 bulan jadi pertumbuhan tanaman dan pepohonan gak secepat di daerah tropis, panen kayu log yang biasanya di Indonesia hanya 30 tahun, tapi di negara temperate bisa mencapai 100 tahun.
Keadaan kepepet itu membuat mereka terus berinovasi, merencanakan step-stepnya untuk memanfaatkan sumberdaya yang terbatas itu.

Nah, kalo kita liat nih. Sebenernya udah banyak loh inovator muda asal Indonesia. Inovasi itu muncul untuk mengurangi atau bahkan menyelesaikan permasalahan yang ada kan pasti. Barusan banget aku lihat inovasi anak bangsa untuk menyuarakan tentang benda-benda yang semula menjadi masalah bagi lingkungan, tapi kini malah jadi eco friendly. Nah kan, kita tuh sebenernya pinter banget kalo kita punya keinginan yang besar dan tau tujuan kita mau ngapain untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Jadi jangan kebanyakan nunggu, yuk buat inovasi baru.


Wassalamu'alaikum
Semangat 
Salam Poemy

Sabtu, 01 November 2014

Events with My Friends

Assalamu'alaikum...
Udh lama ya aku ngga posting, berasa jadi orang sibuk, yang sebenarnya ngga sibuk-sibuk banget.
Tapi, alhamdulillah walau sibuk masih ada waktu untuk istirahat, ya cuma hari sabtu. Hari minggu itu Family time, jadi puas-puasin kumpul bareng keluarga, kecuali ada keperluan lain.

Sebenernya sih udh mau tidur siang nih,,,, tapi temen SMP main ke rumah, dari jam 12.00 - 15.00. Yang katanya mau ngerjain tugas kelompok, tapi kalo udh sampe rumahku niat ngerjain tugas kelompok berganti menjadi nonton film, ngga cuma nonton film, tapi browsing juga, karena keturunan kepo, jadi mau tau aja tentang semua hal gitu.

Terus ada kejadian lucu, dari perkumpulan teman-temanku tadi, misalnya temenku (N) yang mau buat kejutan ultah untuk pacarnya, si N ngga cuma nyari di mbah Google, tapi juga om Youtube, niat banget ya, jadi secara otomatis aku dan temanku yang lain juga kan ikut ngeliat si N yg lagi browsing, waktu aku tanya "kapan ultahnya?", eh ternyata tahun depan, hmm. 

Terus ada juga temanku (D), yang udh selesai makan ( walau cuma mie instan). Tiba-tiba dia mengeluarkan suatu gas..(pasti tau dong, apa itu ?), dan temenku yg satu lagi (H), dia ketawa ngga berhenti-berhenti, padahal cuma itu, iya sih aku juga ketawa, tapi masih bisa berhenti, dan akhirnya si (H) berhenti ketawa.

Ada lagi nih, kejadian ini bukan karena tingkah laku temenku, tapi karena film. Di film kan ceritanya, si cowo itu jones (jomblo ngenes), dan si cowo itu lagi suka sama cewe, tiap hari cowo itu selalu ngestalk facebook si cewe, tapi beberapa hari kemudian si cowo ngeliat status si cewe yang tadinya lajang menjadi berpacaran, jadi sakitnya tuh disini, trus ketemu lagi cewe cantik disekolah dan ternyata udh punya pacar juga, trus ketemu lagi sama cewe ditaman, sempet kenalan, smsan, ketemuan, tapi  ternyata PHP, dan akhirnya si cowo ketemu cinta yang sebenernya,.
Dan saat si cowo itu lagi galau karena ngga ketemu cwe impian
Temenku si (H) ketawa tapi ngga bersuara, mungkin karena lucu, hmm.

eh, eh, eh tunggu. Sebenarnya ini itu ngga nyambung ya. Tapi lanjut terus. Karena aku udh cape, dan mau istirahat, dan masih banyak tugas, jadi lanjut nati lagi ya . see you,. good bye.